Misconceptions on Feminism

(Sumber gambar: crystalgryphongazette.org)

Misconception About Feminism

Mungkin feminisme belum begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia, sehingga masih banyak orang yang bertanya “Apa Itu feminisme?” Belakangan ini, ideologi feminisme kerap menjadi topik perbincangan, meskipun pemahaman mendalam mengenai konsep ini masih belum tersebar luas sehingga menimbulkan berbagai pandangan yang kurang tepat. Sering kali, ketika ideologi ini dijadikan isu pembahasan, muncul pandangan sempit bahwa tujuannya hanyalah untuk menyamakan peran perempuan dengan laki-laki. Lebih jauh lagi, ada pula yang menganggap feminisme sebagai bentuk perlawanan atau bahkan kebencian terhadap laki-laki, ini tentu sebuah penafsiran yang sangat berbahaya dan menyesatkan.

What is Feminism?

Feminisme adalah keyakinan bahwa laki-laki dan perempuan sepatutnya memperoleh hak serta kesempatan yang setara (Time Magazine, 2017). Prinsip ini tidak bermaksud menentang pria, melainkan menolak sistem patriarki dan ide bahwa perempuan tidak boleh lebih unggul daripada laki-laki. Feminisme tidaklah mengintimidasi atau menakutkan. Kenyataannya, ketidakadilan masih banyak terjadi di dunia ini. Para pendukung feminisme berjuang untuk mewujudkan kondisi yang lebih adil bagi setiap individu, sebagaimana seseorang tidak dinilai berdasarkan keselarasan dengan stereotip tertentu, melainkan dihargai atas perbedaan dan perspektif unik yang dimiliki. Inti dari feminisme adalah tentang kesetaraan (Daily Trojan, 2022). Selain itu, feminisme tidak menuntut “kesamaan” secara harfiah, meskipun ada pihak yang meragukan gerakan ini dengan alasan perbedaan fisik dan anggapan bahwa laki-laki serta perempuan tidak diciptakan serupa, fokusnya adalah pada kesetaraan dalam hal hak dan kesempatan.

3 Biggest Misconceptions of Women

  1. Feminisme adalah tentang membenci laki-laki

Feminisme bukanlah tentang kebencian terhadap pria, melainkan tentang menuntut pengakuan, pendengaran, dan perlakuan yang setara bagi setiap individu (Womankind Worldwide, 2023). Inti dari feminisme adalah mengejar kesetaraan gender melalui pemberian hak dan kesempatan yang setara bagi semua identitas. Dengan mengungkap dan melawan ketidakadilan struktural serta bias yang merugikan, feminisme berupaya mewujudkan masyarakat inklusif dan adil di dalam sebuah lingkungan, sebagaimana setiap individu memiliki peluang untuk mencapai kesejahteraan dan berkembang secara optimal.

  1. Feminisme hanya peduli pada perempuan

Awal mula pergerakan feminisme berakar dari aliran feminisme liberal, yang berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki merupakan makhluk rasional sehingga keduanya berhak berpartisipasi aktif di ruang publik (Ana Sabhana, 2024). Meskipun gerakan ini berakar dari upaya perempuan untuk keluar dari belenggu kehidupan privat, perkembangan zaman telah melahirkan aliran feminisme yang lebih inklusif. Aliran ini fokus pada perjuangan kesetaraan, kesempatan, dan kesejahteraan bagi setiap individu, tanpa membedakan gender, karena baik perempuan maupun laki-laki berhak menikmati hak-hak tersebut secara adil di lingkungan masing-masing.

  1. Hanya perempuan yang bisa mengidentifikasi diri sebagai feminis

Pemikiran bahwa gerakan ini hanya milik perempuan tidaklah tepat, karena prinsip kesetaraan gender justru mengajak semua pihak untuk berperan aktif. Esensi dari feminisme sebenarnya adalah dukungan terhadap kesetaraan gender oleh setiap individu, tanpa terkecuali. Pria, wanita, dan individu non-biner memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan kesempatan dan hak (Bipasha Dutta, 2019). Dalam ideologi ini, menekankan bahwa struktur patriarki tidak hanya menekan perempuan, tetapi juga menimbulkan ketidakadilan bagi laki-laki melalui peran dan tanggung jawab yang dibebankan secara tidak seimbang. Oleh karena itu, dukungan terhadap feminisme berarti mendorong pembagian peran dan tanggung jawab yang fleksibel, di mana keputusan untuk berbagi beban, termasuk dukungan finansial keluarga, didasarkan pada pilihan dan kesempatan masing-masing.

How to Overcome Misconceptions about Feminism 

  1. Menghindari pandangan yang bias terhadap feminisme. 

Jangan menyebarkan konten yang meremehkan atau mengecilkan gerakan feminisme, terutama yang menggunakan bahasa diskriminatif atau ujaran kebencian. Dengan tidak memperkuat narasi negatif tersebut, kita membuka ruang bagi pemikiran yang lebih inklusif dan adil.

  1. Meningkatkan pemahaman dan dukungan laki-laki. 

Melakukan edukasi melalui dialog terbuka. Diskusi yang jujur dan mendalam mengenai makna kesetaraan gender serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari dapat membuka wawasan dan menghilangkan prasangka. Forum diskusi, seminar, dan lokakarya yang mengundang partisipasi aktif dari pria . 

  1. Kolaborasi kelompok-kelompok berpengaruh

Kolaborasi ini tidak hanya membantu menyebarkan pemahaman yang benar mengenai feminisme, tetapi juga membuka ruang dialog yang konstruktif di masyarakat. Dengan melakukan kolaborasi, dapat bersama-sama merombak norma-norma tradisional dan praktik-praktik patriarki yang selama ini menghambat kemajuan perempuan. 

Penulis: Khairunisa Putri (Volunteer WEI Batch 9)

Editor: Cut Raisa Maulida

Referensi

Azmy, A. S. (2024). Gender dan politik. Prenada Media.

Bipasha Dutta. (2019, Maret 15). Misconceptions about feminism. The Financial Express. Diakses pada tanggal 24 February 2025, https://thefinancialexpress.com.bd/print/misconceptions-about-feminism-1552663061 

Daily Trojan. (2022, April 15). The idea of feminism is often negatively misconstrued. Diakses pada tanggal 24 Februari 2025, https://dailytrojan.com/2022/04/15/the-idea-of-feminism-is-often-negatively-misconstrued/ 

Time Magazine. (2017, Februari 24). This Week in Motto: What Does Feminism Mean to You?. Diakses pada tanggal 23 Februari 2025 https://time.com/4682563/what-does-feminism-mean/ 

Womankind Worldwide. (2023, May 22). Feminism is for Everybody . Diakses pada tanggal 24 Februari 20025, https://www.womankind.org.uk/feminism-is-for-everybody/ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *