Fenomena Glass Ceiling Dalam Kiprah Karir Kepemimpinan Perempuan.

  1. Penyebab yang bersifat psikologis

secara psikologis, manusia cenderung menyukai orang-orang yang memiliki kesamaan dengan mereka. Dan hal ini berlaku di dunia kerja, sehingga apabila perekrut dan jabatan-jabatan tinggi lainnya ditempati kaum laki-laki sehingga secara psikologis mereka akan cenderung memilih laki-laki.

  1. Peran Gender

Stereotip tentang perempuan untuk menjadi feminin dan lebih baik berada di rumah masih menjadi pandangan bagi sebagian besar orang di dunia. Anggapan mengenai perempuan seperti itulah yang membuat dunia kerja terkadang masih menempatkan perempuan lebih rendah dalam jabatan pekerjaan. Kebanyakan asumsi ini didasari pada anggapan bahwa perempuan tidak mampu dan dinilai akan kesulitan membagi perannya antara di rumah dan di tempat kerja.

  1. Bias Gender

Bias gender cenderung terjadi pada saat perekrutan dalam dunia kerja, dimana para perekrut cenderung memiliki kecenderungan untuk memilih salah satu, yaitu laki-laki ketimbang perempuan dan hal ini kadang juga dilakukan oleh para perekrut perempuan sendiri. Kecondongan akan laki-laki menempati jabatan manajerial atau di atasnya masih menjadi pilihan bagi kebanyakan perekrut.

  1. Pelecehan Seksual

Kebanyakan perempuan sering mendapatkan perlakuan tidak layak di tempat kerja salah satunya tindakan pelecehan seksual. Hal ini menyebabkan banyak perempuan memilih untuk berhenti bekerja dan sebagaimana data di Built In mencatat bahwa di Amerika sebanyak 68% perempuan pernah mengalami pelecehan seksual dan ironisnya jumlah tersebut justru masih mengalami peningkatan hingga 70% di mana perempuan mengaku mendapatkan pelecehan di tempat kerja. Jumlah di atas bisa saja meningkat ataupun menurun di dunia kerja, namun hal ini menjadi salah satu penyebab fenomena glass ceiling terjadi dalam dunia kerja.

Share this post:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *